Arsenio Palace
Dalam bahasa Portugis, arsenio menggambarkan watak yang kuat dan disiplin dalam mengejar tujuan, namun tetap hangat pada saat yang sama. Watak itulah yang coba diterjemahkan Arsenio Palace, rumah modern kontemporer di Pati, ke dalam bentuk bangunan.
Rumah ini berdiri di lahan seluas 920 m² di pusat kota, hanya sekitar sepuluh menit dari alun-alun. Letaknya bernilai tinggi secara ekonomi, tetapi bagi penghuninya lahan ini menyimpan arti yang lebih pribadi.
Pemiliknya sepasang suami istri yang sama-sama menjalankan usaha di kawasan pantai utara Jawa. Keduanya punya dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Rumah lama mereka berada di kota lain dan sudah tidak lagi menampung kebutuhan yang terus bertambah. Anak-anak butuh ruang yang lebih layak, sementara relasi kerja yang meluas menuntut tempat menerima tamu tanpa harus keluar rumah.
Dari dua kebutuhan itu rumah ini disusun. Ada bagian yang siap dilihat orang luar, dan ada bagian yang sepenuhnya milik keluarga.
Fasad Modern Kontemporer dengan Sudut yang Meruncing

Bidang-bidang yang bertemu pada sudut lancip membentuk siluet yang tegas dari arah jalan.
Dari jalan, bangunan ini sulit diabaikan. Bidang-bidangnya bertemu pada sudut lancip yang menajam, membentuk siluet yang tegas dan berani.
Sudut runcing itu menjadi ciri paling menonjol dari fasadnya. Bentuk ini yang membuat rumah modern kontemporer di sini terbaca atraktif tanpa perlu ornamen tambahan.
Ada dua profil berbeda yang sengaja diadu di muka bangunan. Bidang granit putih bertekstur berdiri berdampingan dengan panel kayu bernuansa cokelat.
Perbedaan itu bukan sekadar permainan warna. Granit putih membawa kesan prestisius dan tegas, sementara kayu menahannya agar tetap terasa hangat dan tidak berjarak.

Pencahayaan tersembunyi di balik bidang menjorok membuat susunan sudutnya terbaca lebih jelas.
Bidang beton bertekstur kasar melengkapi keduanya di sisi kiri. Tiga bahan ini berulang di banyak titik sehingga tampilannya tetap terbaca satu kesatuan meski komposisinya rumit.
Kanopi dan bidang plafon luar menjorok cukup jauh di beberapa bagian. Selain memperkuat garis horizontal, tritisan itu melindungi bukaan kaca yang lebar dari panas dan hujan.
Pencahayaan tersembunyi dipasang di balik bidang-bidang yang menjorok. Menjelang malam, cahaya itu membuat susunan sudutnya justru terbaca lebih jelas dibanding siang hari.
Pagar depan memakai granit dan batu alam sebagai bidang solid yang kokoh. Gerbang kendaraannya berbahan metal bermotif geometris, cukup masif untuk keamanan namun tidak terasa kaku.
Pendekatan mengadu dua karakter material dalam satu bidang muka bangunan lazim dipakai pada hunian besar. Beragam penerapannya bisa ditelusuri lewatberbagi media yang kerap memuat proyek serupa.
Interior Berbalut Granit dengan Fasilitas Selengkap Hotel

Anak tangga melayang di depan dinding granit bermotif kuat menjadi titik paling menonjol di dalam rumah.
Ruang tamu menyambut dengan plafon menjulang dan lampu gantung berbentuk lingkaran bertumpuk. Sofa bertone terang dan rak dinding gelap membingkai ruang yang terasa lapang sejak langkah pertama.
Granit mendominasi lantai dan sebagian besar bidang dinding. Motif uratnya yang tegas dipilih sebagai pengganti dekorasi, sehingga ruang tetap bersih tanpa terasa kosong.
Tangga menjadi salah satu titik paling menonjol di dalam rumah. Anak tangganya melayang di depan dinding granit bermotif kuat, dengan lampu lingkaran bertumpuk menggantung di atas void.

Marmer bertone cokelat gelap dan panel kayu bersirip menjaga suasana tetap hangat meski paletnya berat.
Nada modern kontemporer di dalam rumah terjaga lewat garis yang bersih dan sudut yang tegas. Kemewahannya datang dari kualitas material, bukan dari ornamen yang bertumpuk.
Plafon bertingkat dengan lis pencahayaan tersembunyi dipakai berulang di ruang utama. Detail sederhana itu menjaga nada modern kontemporer tetap konsisten dari satu ruang ke ruang berikutnya.
Kamar tidur utama memakai marmer bertone cokelat gelap sebagai latar tempat tidur. Panel kayu bersirip dan pencahayaan garis di plafon menjaga suasananya tetap hangat meski paletnya berat.
Area duduk di kamar dilengkapi televisi dan kursi santai berwarna hijau zaitun. Tirai tipis pada bukaan tinggi menyaring cahaya tanpa menutup pandangan ke luar.
Arsenio Palace: Rumah, Sekaligus Tempat Menerima

Deck kayu di tepi kolam menyambung langsung ke ruang dalam lewat pintu kaca lebar.
Kolam renang memanjang di area tengah yang diapit dua sisi bangunan. Deck kayu di tepinya menyambung langsung ke ruang dalam lewat pintu kaca lebar.
Gazebo berangka gelap berdiri di ujung kolam sebagai tempat duduk santai. Pada malam hari, pantulan lampu di permukaan air membuat area ini menjadi bagian rumah yang paling hidup.
Ruang rapat berukuran lapang disediakan khusus untuk keperluan pekerjaan. Keberadaannya memungkinkan pertemuan dengan relasi berlangsung di rumah tanpa mengusik area pribadi keluarga.
Di atas lahan 920 m² dengan luas bangunan 1.000 m², rumah ini menampung empat kamar tidur dan lima kamar mandi.
Balkon, kolam renang, dan gazebo melengkapi fasilitasnya. Semuanya diletakkan agar aktivitas keluarga dan urusan pekerjaan tidak saling bersinggungan.
Pilihan modern kontemporer di sini menjawab dua tuntutan sekaligus. Ia memberi wajah yang pantas untuk menerima tamu, sekaligus menjaga bagian dalam tetap nyaman untuk keseharian keluarga.
Rumah sebesar ini pada akhirnya tetap diukur dari seberapa betah penghuninya tinggal di dalamnya. Bila Anda menyiapkan hal serupa, kenali dulu siapa yang akan mendampingi prosesnya lalu telusuri pilihan layanan beserta biayanya.