Elefate House
Pertumbuhan jarang terasa ketika sedang berlangsung. Elefate House, rumah modern kontemporer dua lantai di Ciputat, justru dibangun untuk merawat proses yang tidak kasatmata itu.
Namanya diambil dari kata elevation yang berarti peninggian. Ada harapan yang dititipkan di sana, agar penghuninya terus naik satu tingkat dalam hal apa pun yang mereka jalani.
Rumah ini dibangun untuk sebuah keluarga kecil dengan dua anak yang sedang dalam masa tumbuh. Ibunya menjalankan usaha sendiri dan sebagian pekerjaannya dikerjakan dari rumah.
Lahan seluas 240 m² berada di sebuah kawasan perumahan di Ciputat, Tangerang Selatan. Udara di sekitarnya cenderung panas seperti umumnya kawasan padat, sehingga pengaturan sirkulasi menjadi pekerjaan awal yang harus lebih dulu beres.
Kebutuhan kedua yang sama mendasarnya adalah privasi. Rumah harus terasa terbuka bagi penghuninya, namun tertutup rapat dari pandangan jalan.
Dari dua kebutuhan itulah gaya modern kontemporer dipilih sejak awal. Bahasanya cukup lentur untuk menutup rumah rapat tanpa membuat tampilannya terasa berat.
Fasad Modern Kontemporer dengan Garis yang Melengkung

Garis tegas beton bertemu lengkung lebar dan jendela bulat yang menjadi tanda pengenal rumah ini.
Dari jalan, rumah dua lantai ini langsung terbaca berbeda dari deretan tetangganya. Garis tegas pada bidang beton dipertemukan dengan lengkung lebar yang membingkai balkon lantai atas.
Panel kayu vertikal mengisi bidang terbesar di muka bangunan. Warnanya yang hangat mengimbangi plester abu di sekelilingnya sehingga tampilan luar tidak terasa dingin.
Jendela berbentuk lingkaran menjadi elemen yang paling menarik perhatian. Bentuk ini disisipkan sebagai simbol optimisme, pengingat bahwa keadaan selalu berputar dan peluang baru datang pada waktunya.

Lengkung beton membingkai balkon lantai atas dan menaungi bukaan dari sinar matahari langsung.
Perpaduan lengkung dan bidang lurus itulah yang membuat fasadnya terbaca sebagai modern kontemporer, bukan sekadar modern yang polos. Bentuknya cukup berani tanpa menuntut ornamen tambahan.
Bukaan dipilih dengan perhitungan agar cahaya masuk tanpa membawa panas berlebih. Bidang kayu dan beton yang menjorok bekerja sebagai peneduh sekaligus pembentuk bayangan yang berubah sepanjang hari.
Pagar depan memakai metal berlubang dengan ketinggian hampir menyentuh plafon carport. Lubang kecil yang tersusun rapat menahan pandangan dari luar namun tetap membiarkan udara mengalir masuk.
Carportnya dirancang muat untuk dua mobil beserta beberapa sepeda motor. Di sisi teras disediakan area menerima tamu agar keperluan yang tidak harus masuk ke dalam bisa selesai di depan.
Interior yang Hangat dan Tetap Terjaga

Sudut duduk kecil dengan sekat kaca bermotif grid menyaring pandangan ke area keluarga.
Ruang penerima di balik pintu ditata seperti sudut duduk kecil. Dua kursi berangka kayu, cermin bulat, dan panel dinding bersirip menyambut tamu sebelum melangkah lebih jauh.
Sekat kaca bermotif grid memisahkan area ini dari ruang keluarga. Pemisah tersebut menjaga privasi bagian dalam tanpa menghalangi cahaya yang datang dari sisi belakang.
Ruang keluarga memakai palet netral dengan granit bertone putih tulang. Panel kayu pada dinding dan kabinet menghadirkan kehangatan yang menyeimbangkan permukaan batu yang dingin.

Tangga melayang bercahaya tersembunyi menjadi latar ruang duduk, dengan taman dalam di belakangnya.
Tangga melayang dengan pencahayaan tersembunyi di tiap anak tangganya menjadi latar ruang duduk. Di belakangnya ada taman dalam berisi tanaman hijau yang terlihat lewat bidang kaca.
Taman itu bekerja seperti paru-paru rumah modern kontemporer ini. Bersama bukaan silang di sisi yang berlawanan, keberadaannya menjaga udara terus bergerak sehingga ruang tidak terasa pengap.
Menyiasati lahan kota dengan taman dalam sudah lama menjadi jalan keluar yang dipakai di banyak tempat. Penerapannya bisa dibandingkan lewat berbagai refrensi desain yang mengangkat persoalan serupa.

Plafon rangka baja dan dinding berfinishing semen memberi karakter berbeda pada lantai atas.
Lantai dua menampung ruang kerja yang sekaligus berfungsi sebagai studio konten. Plafon berangka baja terekspos dan dinding berfinishing semen memberi karakter yang sengaja dibuat berbeda dari lantai bawah.
Jendela bulat yang terlihat dari luar ternyata menyinari ruang ini. Cahayanya lembut dan cukup untuk keperluan pengambilan gambar sehari-hari.
Kamar tidur utama kembali ke nada yang tenang. Panel dinding bertone krem, lantai kayu, dan tirai tipis menjaga suasana istirahat tetap lembut.
Nuansa modern kontemporer di dalam rumah dijaga lewat bentuk yang sederhana dan material yang tidak banyak jenisnya. Kehangatannya datang dari kayu, bukan dari ornamen tambahan.
Elefate House: Ruang untuk Terus Naik

Panel dinding bertone krem dan tirai tipis menjaga suasana istirahat tetap lembut.
Pembagian zonanya tidak mengikuti pola yang biasa. Lantai satu didominasi area privat keluarga, sementara lantai dua justru menampung fungsi semi publik yang berkaitan dengan pekerjaan.
Susunan ini menjaga aktivitas kerja agar tidak memotong keseharian anak-anak. Tamu urusan pekerjaan pun punya alur sendiri yang tidak melintasi ruang paling pribadi.
Di atas lahan 240 m² dengan luas bangunan 300 m², rumah ini menampung empat kamar tidur dan tiga kamar mandi.
Fasilitas pendukungnya cukup lengkap untuk keseharian keluarga. Kolam renang, musala, balkon, dan taman dalam tersebar di dua lantai tanpa membuat ruang gerak terasa sempit.
Pilihan modern kontemporer di rumah ini bekerja untuk tujuan yang praktis. Garis bersih dan material netral memudahkan rumah menutup diri dari luar tanpa terlihat kaku atau tertutup rapat.
Rumah yang baik menyediakan tempat aman untuk sesuatu yang sedang bertumbuh di dalamnya. Bila pendekatan seperti ini terasa dekat dengan rencana Anda, silakan berkenalan dengan orang-orang di balik studio ini dan telusuri pilihan layanan yang bisa disesuaikan.